1.
Rindu,
segelas hangat kopi susu
seperti gerakmu yang laut
selepas subuh
aku menyeruputnya
memastikan masih ada
hangat terasa
di dada
2.
bahkan ada yang membaginya (rindu) itu
diantaranya ada dingin yang bertambah
ada sepi yang lelah berbantah
3.
kau menanyakan,
"sepi itu lawan atau kawan?"
aku menjawab,
"ia seperti kerabat dekat yang jarang minta pelukan."
4.
sudahlah,
aku tahu kau tidak suka dengan lelaki perokok
terlebih bila itu aku
dari itu,
aku pun belajar berhenti
mencintaimu
5.
sebab sungguh
yang paling rawan itu
terletak pada hujah
dan aku yang awan
tak minta apa pun
kecuali petuah
Langgam Rindu
yang selalu bersahut dengan sunyi adalah kerinduan kita; aku dan kata!
11.18.2011
10.06.2011
aliran darah sajak cinta di tubuh
aliran darah sajak cinta di tubuh
padamu,
lewat gerak angin
atau isyarat lebat hujan
sampaikanlah
sedikit banyaknya
perasaian yang kau
kecap di perantauan
agar kami paham
beratnya udara
atau payahnya bersitahan
terhadap asing cuaca
karena sungguh,
ibu telah lama menunggu di pintu utama
selalu dengan rendang yang kau cinta
maka dengarlah
aliran darah sajak cinta di badan
pulanglah sebelum maghrib
seperti kata yang kau janjikan semasa
kanak, sebelum dada ibu menjadi umpat
padamu,
lewat gerak angin
atau isyarat lebat hujan
sampaikanlah
sedikit banyaknya
perasaian yang kau
kecap di perantauan
agar kami paham
beratnya udara
atau payahnya bersitahan
terhadap asing cuaca
karena sungguh,
ibu telah lama menunggu di pintu utama
selalu dengan rendang yang kau cinta
maka dengarlah
aliran darah sajak cinta di badan
pulanglah sebelum maghrib
seperti kata yang kau janjikan semasa
kanak, sebelum dada ibu menjadi umpat
6.29.2011
jangan mencintaiku, karena itu aku mencintaimu
Memang
tak ada ruang
kecuali dada lapang
terbentang mengepung
lengang
Kau kata,
jangan cinta padaku
mulutku bakalan tak kuat
mengaminkan seluruh kalimat
yang kau ikat jadi sajak
Demi dada
jangan ditanya
kenapa aku sudi kiranya
mencintaimu
merumuskan engkau
jadi artian
dengan kata tak
berkesudahan
kini,
kau mengerti kan?
tak ada ruang
kecuali dada lapang
terbentang mengepung
lengang
Kau kata,
jangan cinta padaku
mulutku bakalan tak kuat
mengaminkan seluruh kalimat
yang kau ikat jadi sajak
Demi dada
jangan ditanya
kenapa aku sudi kiranya
mencintaimu
merumuskan engkau
jadi artian
dengan kata tak
berkesudahan
kini,
kau mengerti kan?
6.11.2011
sajak ini untukmu #2
barangkali cuma cintaku yang rajin menulis engkau, puan
ketika malam tergesa meminang pagi dengan kata paling buai
"nina bobo oh nina bobo..."
ah, sungguh aku tak pandai bernyanyi kecuali
membuatkanmu secangkir puisi dan sepotong sajak
candu dari jantungku yang tiba tiba suka menghentak
seandainya saja aku seorang pendongeng
mungkin saja akan kuceritakan kepadamu
tentang alasan malam mengapa ingin lebih lama bertahan
diantara keheningan yang menyala diantara sepasang
mataku yang diam diam suka mencuri matamu
di suatu jeda yang semenit serasa begitu sempurna
barangkali aku memang kurang tangguh sebagai priyayi
; menyata cinta sangat dinamis dengan musik paling romantis,
aroma kembang dan nyala lilin saat cinta berdansa di meja makan
barangkali aku semata cinta yang bergiat mencintaimu
dari malam ketemu pagi, dari kini hingga nanti tetap
sebagai pengrajin kata yang tabah
memahat namamu pada sebidang cinta tak bernama
2011
ketika malam tergesa meminang pagi dengan kata paling buai
"nina bobo oh nina bobo..."
ah, sungguh aku tak pandai bernyanyi kecuali
membuatkanmu secangkir puisi dan sepotong sajak
candu dari jantungku yang tiba tiba suka menghentak
seandainya saja aku seorang pendongeng
mungkin saja akan kuceritakan kepadamu
tentang alasan malam mengapa ingin lebih lama bertahan
diantara keheningan yang menyala diantara sepasang
mataku yang diam diam suka mencuri matamu
di suatu jeda yang semenit serasa begitu sempurna
barangkali aku memang kurang tangguh sebagai priyayi
; menyata cinta sangat dinamis dengan musik paling romantis,
aroma kembang dan nyala lilin saat cinta berdansa di meja makan
barangkali aku semata cinta yang bergiat mencintaimu
dari malam ketemu pagi, dari kini hingga nanti tetap
sebagai pengrajin kata yang tabah
memahat namamu pada sebidang cinta tak bernama
2011
sajak ini untukmu
malam dengan simpul hening
jam merenungi nasib gaib
pun detik berdetak
dalam lingkar dada
: seperti pertanda
bahwa cinta ini akan
terus kubawa
"sudahlah!" katamu
seraya menggit gigiti ujung kuku
kemudian kau pandangi waktu,
ke almanak juga engkau menuju
mengintai kata kata
dengan
sesusun kalimat cinta
: sajak ini untukmu!
2011
jam merenungi nasib gaib
pun detik berdetak
dalam lingkar dada
: seperti pertanda
bahwa cinta ini akan
terus kubawa
"sudahlah!" katamu
seraya menggit gigiti ujung kuku
kemudian kau pandangi waktu,
ke almanak juga engkau menuju
mengintai kata kata
dengan
sesusun kalimat cinta
: sajak ini untukmu!
2011
5.29.2011
KREDO UNTUK NISA
1.
aku tidak memiliki pernyatan yang baik untuk
membuatmu tertarik dan tergerak bertanya balik
"sejak kapan kau merahasiakan kehangatan cintamu yang terdalam?"
seingatku, pada suatukali ada kecemasan menahanku di sebuah pintu
melarangku mengetuk, memberi salam sebagaimana laiknya prosesi bertamu
barangkali sejak itulah aku terbiasa mencintaimu dengan
setumpuk kegagapan dengan cara yang menyedihkan bahkan
sungguh, ketakutanku adalah pesaing terberat dalam hidup
mampu melahirkan catatan catatan mini sebagai perwalian
yang berkenaan dengan kekakuan sebatang badan ketika
merenggangkan liat urat yang membelikat di batang leher
suatu kalimat, "aku mencintaimu demi sekebat pertalian"
pengertiannya adalah aku tidak mempunyai stok kalimat yang bagus
untuk mengubah sebuah status meski ubanan cinta ini tidak akan menjadi kurus
dan itu benar, bahwa aku tidak memiliki pernyataan sebaik ini, percayalah,
dan belajarlah untuk meyakini sebuah keyakinan paling sukar untuk di jabarkan
demikianlah cintaku yang tak suka merupa apapun kecuali
membiarkan matahari selalu terbenam dalam kebisuan
2.
aku membayangkan sebuah musim baru datang menyelamatkan
tubuhmu yang terkebat di suatu simpang
segala catatan tentang dirimu adalah caraku
membelah laut dengan ranting berdawat biru
pastinya keyakinanku hanya akan membuatmu memesan sejumlah
dingin saat tubuhmu di serang keinginan untuk menyatakan
kebenaran apa yang ada di diriku dengan
tiba tiba kau datang untuk mencintaiku
segelas cokelat susu hangat barangkali tak bakal cukup
membangun istana kecil yang absurd di dalam perut
maka beritahu aku, bagaimana menjadikan diriku
serupa tiang kokoh demi untuk mengetahui
antara kebenaran dan kebetulan pada
tubuhku yang memeluk segala hujan
di bola matamu yang bersikeras
menyulam benang benang masa silam
3.
tuhan belum juga datang
segala yang tawar telah menyerupa hambar
kali ini cuaca lebih akrab dengan matamu
yang di kepung hujan berbencah di pandangku
cinta memang susah di tebak, terkadang
semakin kuat di ingat semakin cepat pula ia
lenyap dan sebaliknya semakin cepat lenyap
semakin kuat pula untuk di ingat
barangkali udara terlalu berat
tak sampai hati meninggalkan
dirimu sendiri yang mengamsal almanak
agar tetap tinggal di bawah pohon perdu
tapi tuhan belum juga datang
aku tak bisa berbuat banyak kecuali
merapal hari depan yang tabah menunggu
halaman berikutnya untuk kubukukan
menjadi sekumpulan sajak tentangmu atau
tentangku yang di gulung seribu perasaan
tak menentu, saat cuaca mulai mengkhawatirkan
hujan yang lambat laun juga singgah di mataku
2011
aku tidak memiliki pernyatan yang baik untuk
membuatmu tertarik dan tergerak bertanya balik
"sejak kapan kau merahasiakan kehangatan cintamu yang terdalam?"
seingatku, pada suatukali ada kecemasan menahanku di sebuah pintu
melarangku mengetuk, memberi salam sebagaimana laiknya prosesi bertamu
barangkali sejak itulah aku terbiasa mencintaimu dengan
setumpuk kegagapan dengan cara yang menyedihkan bahkan
sungguh, ketakutanku adalah pesaing terberat dalam hidup
mampu melahirkan catatan catatan mini sebagai perwalian
yang berkenaan dengan kekakuan sebatang badan ketika
merenggangkan liat urat yang membelikat di batang leher
suatu kalimat, "aku mencintaimu demi sekebat pertalian"
pengertiannya adalah aku tidak mempunyai stok kalimat yang bagus
untuk mengubah sebuah status meski ubanan cinta ini tidak akan menjadi kurus
dan itu benar, bahwa aku tidak memiliki pernyataan sebaik ini, percayalah,
dan belajarlah untuk meyakini sebuah keyakinan paling sukar untuk di jabarkan
demikianlah cintaku yang tak suka merupa apapun kecuali
membiarkan matahari selalu terbenam dalam kebisuan
2.
aku membayangkan sebuah musim baru datang menyelamatkan
tubuhmu yang terkebat di suatu simpang
segala catatan tentang dirimu adalah caraku
membelah laut dengan ranting berdawat biru
pastinya keyakinanku hanya akan membuatmu memesan sejumlah
dingin saat tubuhmu di serang keinginan untuk menyatakan
kebenaran apa yang ada di diriku dengan
tiba tiba kau datang untuk mencintaiku
segelas cokelat susu hangat barangkali tak bakal cukup
membangun istana kecil yang absurd di dalam perut
maka beritahu aku, bagaimana menjadikan diriku
serupa tiang kokoh demi untuk mengetahui
antara kebenaran dan kebetulan pada
tubuhku yang memeluk segala hujan
di bola matamu yang bersikeras
menyulam benang benang masa silam
3.
tuhan belum juga datang
segala yang tawar telah menyerupa hambar
kali ini cuaca lebih akrab dengan matamu
yang di kepung hujan berbencah di pandangku
cinta memang susah di tebak, terkadang
semakin kuat di ingat semakin cepat pula ia
lenyap dan sebaliknya semakin cepat lenyap
semakin kuat pula untuk di ingat
barangkali udara terlalu berat
tak sampai hati meninggalkan
dirimu sendiri yang mengamsal almanak
agar tetap tinggal di bawah pohon perdu
tapi tuhan belum juga datang
aku tak bisa berbuat banyak kecuali
merapal hari depan yang tabah menunggu
halaman berikutnya untuk kubukukan
menjadi sekumpulan sajak tentangmu atau
tentangku yang di gulung seribu perasaan
tak menentu, saat cuaca mulai mengkhawatirkan
hujan yang lambat laun juga singgah di mataku
2011
ADA KITA YANG SENANG MENJADI TANDA TANYA
KITA tidak ubahnya seperti tengah berada di
taman bunga yang terkebat dalam figura
tak berguna menyiram lantaran hujan
bercendawan memekarkan kembang kembang
semisal keasingan menatap raut sejarah
lebih keras buat menggiring sia sia
tapi lihatlah,
kata kata tumbuh menjadi hujah
hanya kita tak pernah merasa memiliki dosa!
barangkali ada baiknya kita saling mengasihi
kecanggungan ini, mengasihani diri masing masing
tersebab kita cuma lakon pameran utama yang
demam akan manggung, laik jadi anekdot orang
sekampung dan wajah kita terselip di lembar
surat kabur di banderol mati dengan penuh tanda tanya
"berapa sebenarnya harga pokok sekeping cinta?"
2011
taman bunga yang terkebat dalam figura
tak berguna menyiram lantaran hujan
bercendawan memekarkan kembang kembang
semisal keasingan menatap raut sejarah
lebih keras buat menggiring sia sia
tapi lihatlah,
kata kata tumbuh menjadi hujah
hanya kita tak pernah merasa memiliki dosa!
barangkali ada baiknya kita saling mengasihi
kecanggungan ini, mengasihani diri masing masing
tersebab kita cuma lakon pameran utama yang
demam akan manggung, laik jadi anekdot orang
sekampung dan wajah kita terselip di lembar
surat kabur di banderol mati dengan penuh tanda tanya
"berapa sebenarnya harga pokok sekeping cinta?"
2011
Langganan:
Entri (Atom)